Kamis, 18 November 2010

Pinjaman macet Rp.9,46 miliar


Pemkot Batam bentuk BLU untuk tangani dana bergulir



BATAM : Total tunggakan pinjaman lunak bergulir bagi koperasi dan usaha mikro kecil di kota Batam sekitar Rp.9,46 niliar dari total dana yang disalurkan Rp.17,2 miliar peridoe tahun 2001-2010.

Febrialin, kepala dinas pemberdayaan masyarakat, pasar, koperasi, Usaha kecil dan menengah kota batam, mengakui program dana bergulir yang diselenggarakan oleh intansinya masih mengalami banyak masalah, diantaranya nilai tunggakan yang terus membengkak.
Dia menyadari pola penyaluran melalui chanelling tidak efektif untuk memberdayakan ekonomi masyarakat sehingga dana bergulir bisa dikembalikan dan digulirkan kembali kepada usaha yang lain.
Febrialin menjelaskan, solusi untuk mengurangi hambatan-hambatan tersebut adalah membentuk sebuah lembaga khusus yang bertanggung jawab dalam penyaluran, pendampingan, dan pemungutan kembali dana bergulir yang telah disalurkan kepada pengusaha kecil dan koperasi.
Lembaga ini bisa berbentuk badan layanan umum (BLU), polanya seperti bank agar dana yang dikembalikan pleh masyarakat bisa cepat digulirkan lagi.
Dia optimis melalui pembentukan lembaga khusus itu, tingkat kemacetan pinjaman bisa dikurangi dan tujuan pemberdayaan usaha masyarakat tercapai. Walaupun sebenarnya program seperti ini selalu bermasalah dihampir semua daerah, kami tentu ingin mengubah pola yang ada agar menjadi lebih efektif dan afisien.
Menyinggung dugaan banyaknya usaha fiktif yang mendapat penyaluran dana program ini, Febrialin tidak menampik hal tersebut. Pada masa awal penyaluran program ini, memang banyak usaha fiktif yang muncul karena adanya program dana bergulir ini. Akan tetapi kami berupaya lebih selektif untuk menekan angka kemacetan pinjaman tegasnya.


Dikutif dari Bisnis Indonesia, oleh Suyono Saputra


Tidak ada komentar:

Posting Komentar